Fri. Feb 23rd, 2024

Sadisnya Cara Taubat Kaum Nabi Musa

2 min read

Salah satu bentuk kasih sayang Allah ‘Azza wa Jalla adalah pintu taubat-Nya yang senantiasa terbuka lebar untuk kita semua. Setiap kali kita terjatuh ke dalam dosa, kemudian kita bertaubat kepada Allah, pasti Allah terima taubat kita tersebut. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan:

إن الله عز وجل يقبل تَوْبَةَ العَبْدِ ما لم يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan.” (HR. Ibnu Majah, Hasan)

Jika kita perhatikan lagi, betapa banyak hasungan dari Allah ‘Azza wa Jalla untuk kita bertaubat. Di antaranya adalah dengan Allah permudah cara kita bertaubat kepada-Nya.

Kalau kita melihat bagaimana taubatnya umat-umat terdahulu, sungguh amat berat. Di antaranya adalah apa yang Allah ‘Azza wa Jalla syariatkan kepada Bani Israil. Dimana Bani Israil ketika hendak bertaubat, harus melakukan bunuh diri. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang hal tersebut di dalam firman-Nya:

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يَٰقَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُم بِٱتِّخَاذِكُمُ ٱلْعِجْلَ فَتُوبُوٓا۟ إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِندَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ  إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan (patung) anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah [2] : 54)

Jadi di masa tersebut, ketika seseorang ingin bertaubat dan hendak memperlihatkan kesungguhan taubatnya, dia harus bunuh diri. Subhanallah, sungguh berat. Andaikata syariat ini masih berlaku sampai hari ini, kita tentu ragu masih banyak orang yang mau bertaubat. Tapi dengan rahmat-Nya, Allah ‘Azza wa Jalla ganti syariat yang berat tersebut dan kita dimudahkan untuk bertaubat kepada-Nya.

Pemateri : Ustadz Imam Abu Abdillah حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *