Fri. Feb 23rd, 2024

5 Syarat Agar Taubat Diterima Oleh Allah

2 min read

Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- menjelaskan, ada 5 syarat diterimanya taubat. Kelima syarat ini harus kita hafal karena kebutuhan kita akan penerimaan taubat dari Allah. Adapun kelima syarat tersebut antara lain:

1. Ikhlas karena Allah

Taubat termasuk ibadah, dan ibadah itu wajib memenuhi 2 syarat agar diterima. Kedua syarat itu adalah sesuai dengan petunjuk nabi dan juga ikhlas. Jadi, taubat itu harus murni karena Allah, bukan selain-Nya.

2. Meninggalkan perbuatan dosa tersebut

Meninggalkan perbuatan dosa yang telah dilakukan menjadi tanda seseorang benar-benar bertaubat kepada Allah. Ketika ada orang yang mengaku telah bertaubat, namun terus mengulangi dosanya, maka hal itu belum bisa dikatakan sebagai taubat.

3. Menyesali dosa yang telah diperbuat

Seseorang yang ingin bertaubat, harus ada penyesalan di dalam hatinya akan dosa-dosanya. Tidak boleh ada perasaan bangga apalagi sampai menceritakan di hadapan orang lain. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كلّ أمّتي معافى إلا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول

يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :

4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosanya

Seseorang yang ingin taubatnya diterima, hendaknya berazam yang kuat untuk tidak terjatuh ke dalam dosa yang sama. Meski bisa jadi di kemudian hari berkesempatan untuk melakukan, namun orang yang serius bertaubat hendaknya berusaha semaksimal mungkin meninggalkan hal tersebut.

5. Bertaubat di waktu yang masih diterima

Hal ini dikarenakan ada dua waktu dimana taubat tidak lagi diterima. Waktu yang pertama adalah saat ruh sudah sampai di tenggorokan ketika malaikat maut telah datang menghampiri. Kadangkala, di saat itulah timbul penyesalan terbesar kita, namun ketika hendak bertaubat, sudah tidak lagi diterima. Hal ini sebagaimana pelajaran yang terdapat pada kisah Fir’aun menjelang wafatnya, dimana kecongkakannya selama hidup berganti dengan keinginan untuk bertaubat, akan tetapi ketika itu Allah berfirman:

آٰلانَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنۡتَ مِنَ الۡمُفۡسِدِيۡنَ

“Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Yunus [10] : 91)

Adapun waktu kedua dimana taubat tidak lagi diterima adalah ketika matahari telah terbit dari barat. Jadi, selama kita masih melihat matahari terbit dari timur, perbanyaklah bertaubat.

Pemateri : Ustadz Ahmad Abu Abdillah حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *