Fri. Feb 23rd, 2024

Orang Tua Akan Dimintai Pertanggung Jawaban Tentang Anaknya

2 min read

Al-Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- pernah mengucapkan kalimat yang indah dan bermanfaat sebagai peringatan untuk kita semua, dan sebagai pemberitahuan kepada yang belum mengetahuinya. Kalimat yang indah tersebut terdapat di dalam kitab beliau Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud, dimana beliau berkata bahwa sebagian ulama telah menyatakan:

“Sesungguhnya Allah akan terlebih dahulu bertanya kepada orang tua pada hari kiamat, sebelum bertanya bagaimana (sikap) anak terhadap orang tuanya. Karena sesungguhnya sebagaimana orang tua memiliki hak, maka anak-anak juga mempunyai hak.” (Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud, hal. 229)

Jadi, Allah Jalla wa ‘Ala akan meminta pertanggungjawaban pada orang tua tentang anak mereka, sebelum Allah Jalla wa ‘Ala meminta kepada seorang anak pertanggungjawaban tentang amanah yang Allah wajibkan kepadanya tentang orang tuanya. Begitu pula disebutkan, sebagaimana orang tua punya hak atas anaknya yang harus ditunaikan oleh sang anak, maka demikian pula seorang anak juga memiliki hak yang harus ditunaikan oleh orang tuanya. Allah Jalla wa ‘Ala telah berfirman:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا

“Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya.” (QS. Al-Ahqaf [46] : 15)

Allah Jalla wa ‘Ala juga berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةَُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim [66] : 6)

Baca Juga :

Al-Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- juga berkata:

“Siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang berguna baginya, lalu dia membiarkan begitu saja, berarti dia telah berbuat kesalahan yang fatal. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjana kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkanku ketika kecil, maka aku pun menelantarkanmu ketika engkau tua renta.” (Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud, hal. 125)

Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *