Mon. May 25th, 2026

Pembatal-Pembatal Keislaman

6 min read
Pembatal-Pembatal Keislaman (Syaikh Abdul Hadi Al Umairy)

Berikut beberapa faidah dari daurah bersama Syaikh Abdul Hadi al Umairi di Banda Aceh, Aceh (Sabtu, 8 Juli 2018.)

 

Fawaaid:

● Syaikh menjelaskan bahwa pemandangan (thullab yang belajar di Ma’had) InsyaAllah akan menggetarkan hati musuh-musuh Allah, karena nya harus Istiqomah dan senantiasa bersemangat di dalamnya. Semoga nantinya menjadi para da’i di bumi aceh yg akan meluruskan kerancuan-kerancuan dalam agama yang ada saat ini (syubhat dan syahwat), dengan ini akan menghidupkan dakwah dan sunnah.

Syaikh InsyaAllah akan membaca cepat dengan penjelasan ringkas, sebuah kitab yg kecil namun mengandung manfaat yang besar dan penting yaitu kita Nawaqidhul Islam, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Muqaddimah:

Saat ini sangat dibutuhkan untuk memahami perkara- asas (tauhid), yang merupakan perkara paling agung. Membaca kitab ini mengingat kepada Hudzaifah, dimana beliau bertanya kepada Rasulullah tentang perkara keburukan agar terhindar darinya. Kaidah terpenting adalah, kita memahami keburukan bukan untuk melakukannya, namun agar bisa menjaga diri, keluarga dan lainnya dari keburukan-keburukan. Setiap kita harusnya punya perhatian membacanya, menghafalkan, dan mendakwahkan.

Nawaqidh maknanya sama dengan mufsidaat (perusak), sebagaimana wudhu’ ada pembatal-pembatal yang merusak wudhu’, demikian pula dengan dengan Nawaqidhul Islam.

Ada beberapa poin penting dalam memahami Nawaqidhul Islam:

– Mengurangi keimanan.

– Merusak keimanan.

Semua menginginkan kesempurnaan iman, namun ada kalanya manusia terjebak dalam perkara-perkara yang mengurangi kesempurnaan iman, bahkan ada yg sampai terjatuh dalam perkara yg merusak, ini menjadikan seseorang menjadi keluar Islam atau kafir.

● Mempelajari yg terpenting dari yg penting. Dan perkara tauhid adalah yg terpenting diantara yg penting.

● Saat ini kita mempelajari pembatal-pembatal keimanan (memahami hukum), bukan sedang menjatuhkan hukum (vonis). Adapun menjatuhkan hukum maka itu adalah tugas para ulama.

● Beliau mengingatkan agar tidak meremehkan perkaraerkara Nawaqidhul Islam, dan jangan sampai juga tergesa-gesa sehingga menvonis seseorang dengan perkara Nawaqidhul Islam.

● Syaikh menjelaskan, apa yg ditulis oleh Syaikh Muhammad, yang menyebutkan 10 pembatal keislaman, bukanlah berarti Syaikh menyeru manusia untuk bersegera mengkafirkan manusia yg terjebak dalam perkara pembatal islam. Bahkan Syaikh pada hakekatnya menempuh jalan salaf, bukan membuat perkara baru. Contohnya, dalam kitab-kitab fiqih akan didapati sub pembahasan riddah dan semisalnya. Bukan pula pembatal-pembatal Islam hanya 10, namun 10 perkara tersebut adalah yg paling banyak terjadi pada masa beliau. Bila ingin mengetahui lebih banyak lagi, maka bisa dilihat dalam kitab-kitab fiqh dalam bab riddah dan hukum-hukumnya.

Syaikh mengingatkan agar memahami dengan pemahaman yang sebaik-baiknya tentang perkara pembatal-pembatal Islam, termasuk kapasitas kita di dalamnya (bukan vonis).

Perkara ke-1, Syirik dalam ibadah kepada Allah

Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni dosa selainnya. Allah juga mengancam pelaku syirik dengan diharamkan surga untuk pelaku syirik.

Kesyirikan yang diinginkan adalah syirik dalam uluhiyyah.

Kesyirikan bisa terjadi dalam uluhiyyah (ibadah), rububiyyah (penciptaan) dan dalam asma’ wa shifaat (nama-nama dan sifat Allah).

Orang-orang Quraisy dahulu terjebak dalam uluhiyyah. Dalam rububiyyah bahkan Quraisy secara tegas mengaku rububiyyah Allah.

● Syaikh menegaskan, ketika disebutkan syirik, maka yg dimaksud adalah syirik akbar. Karena syirik ada 2, syirik akbar (mengeluarkan pelaku dr Islam) dan syirik ashghar (tidak mengeluarkan pelaku dr Islam).

Cara membedakan keduanya adalah:

Jika disebutkan dalam nash kata-kata kufur (tapi tidak diikuti dengan harus diperlakukan seperti orang kafir) seperti: mencela muslim adalah kefasikan, membunuhnya adalah kekufuran dll.

Dampak bahaya syirik akbar:

–  Tidak diampuni dosa,

–  Gugur semua amalannya,

– Kekal dalam neraka.

● Syaikh mengingatkan tentang kesalahan syirik asma’ wa sifat yang menisbatkan nama-nama Allah yang khusus kepada makhluk. Seperti memberi nama seseorang: Allah, Arrahman, menisbatkan seseorang mengetahui yg ghaib.

Juga mengingatkan tentang kesyirikan dalam rububiyyah, seperti yg terjadi pada sufi ekstrim yang menjadikan wali- wali mereka mengetahui yang ghaib, mampu mengatur alam dsb.

Adapun kesyirikan dalam uluhiyyah sangat banyak terjadi pada masa syaikh Muhammad.

● Syaikh sangat menganjurkan untuk membaca kitab-kitab tauhid seperti ini, dimanapun dan kapanpun.

● Syaikh menjelaskan (tambahan) perbedaan syirik akbar dan ashghar.

Allah tidak mengampuni sama sekali pelaku syirik akbar. Adapun syirik ashghar, masuk dalam “masyiatillah,” walaupun sebagian ulama menyatakan syirik ashghar masuk dalam ayat namun tidak kekal dalam neraka.

● Syirik ashghar bukanlah dosa-dosa kecil (ash shaghaair). Adapun kabaair hanya dapat dihapus dengan taubat.

● Yang perlu diwaspadai adalah, walaupun dosa-dosa besar dibawah kehendak Allah, namun tidak ada kepastian.

● Pelaku syirik akbar akan mengekalkan pelakunya dalam neraka. Adapun syirik ashghar tidak mengekalkan pelakunya dalam neraka.

● Pelaku syirik akbar akan gugur seluruh amalannya, sedangkan syirik ashghar tidak menggugurkan seluruh amalan pelakunya.

● Seseorang harus memahami makna ibadah, yg merupakan semua perkara yg dicintai Allah yang nampak dan tidak nampak, yg lahir dan batin.

● Syaikh Muhammad mengingatkan di sana ada perkara2 yg menjatuhkan seseorang dalam syirik akbar selain yg beliau sebutkan dalam kitab ini. Lain2nya bisa dibaca dalam kitab beliau lainnya seperti ushul ats tsalatsah.

● Dalam kitab ini beliau menyebutkan contoh syirik besar adalah penyembelihan kepada selain Allah, seperti menyembelih untuk jin dan kubur. Walaupun dalam menyembelih tersebut pelaku menyebut nama Allah.

Karena hukumnya bukan kepada yg disebutkan, namun kepada yg diniatkan (mengagungkan) penyembelihan tersebut, dan sembelihannya haram untuk dimakan.

● Hal ini (pengagungan) berbeda dengan sembelihan dalam rangka (takriman, pemuliaan) seperti menyembelih dalam rangka walimah, tamu dan sejenisnya.

● Seseorang yang melakukan kesyirikan akan dihapuskan semua amalnya, kecuali dia bertaubat. Jika ia bertaubat maka semua amalannya akan dikembalikan oleh Allah, dan ini merupakan anugerah dari Allah. Namun jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat maka ia kekal dalam neraka.

 

● Syaikh melanjutkan pembatal yang kedua yaitu Menjadikan perantara antara dia dengan Allah dan doa dan tawakkal.

Hukumnya kafir secara ijma’.

Poin ini sebenarnya sama dengan poin sebelumnya, karena poin ini juga masuk ke dalam syirik dalam uluhiyyah. Disebutkan secara khusus menunjukkan perkara ini sangat penting. Sebagaimana disebutkan dalam ayat … تنزل الملئكة والروح, dimana Jibril juga termasuk malaikat.

Kafir Quraisy ketika menjadikan peranta dalam rangka ibadah, menganggap dengan ibadah tersebut bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah.

ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى.

Maka نعبدهم pengambilan perantara ketika berdoa adalah ibadah.

Sebagian pelaku bukan saja menjadikan perantara, bahkan berdoa secara langsung kepada tandingan Allah seperti seruan “ya waliyullah berikanlah aku ini dan ini, ya fulan anugerahkan padaku ini dan ini dsb.”

Padahal berdoa langsung kepada Allah maka Allah pasti akan dikabulkan, bahkan Allah mengancam orang yg tidak mau berdoa kepada Nya sebagai hamba yg sombong.

أدعواني أستجبلكم

Adapun pengkabulan doa adalah urusan Allah, karena bisa jadi langsung dikabulkan, ditunda, dihindarkan musibah dsb.

Dalam berdoa seorang hamba perlu menempuh sebab-sebab, setelah itu ia bertawakal kepada Allah.

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan cukupkan keperluannya.”

 

● Pembatal ketiga, siapa yang tidak mengkafirkan musyrikin, atau ragu ttg kekafiran mereka atau membenarkan mazhab mereka maka ia kafir.

Bagian ini membutuhkan fokus, kehati-hatian dan keseriusan dalam memahaminya. Dalam hal ini pula terjatuh sebagian pelajar dalam pengkafiran.

Secara umum ada 3 permasalahan dalam memahami bagian ini:

Orang yang tidak mengkafirkan musyrikin.

Harus dipahami kufur dan syirik, ada kalanya bermakna sama. Kufur memiliki makna terselubungi, juga bermakna penentangan (menentang kebenaran). Adapun syirik adalah menjadikan sekutu bagi Allah.

Dalam makna menentang, adalah menentang perintah Allah, bahkan menentang 1 saja termasuk kafir.

Ada kalanya bermakna berbeda (dipilah) seperti orang yg meninggalkan shalat, dihukumi kafir (bukan musyrik). Setiap musyrik pasti kafir dan tidak semua kekufuran adalah kesyirikan.

Maka dalam memahami pengkafiran musyrikin adalah kekufuran yg asli (secara asal adalah bukan muslim).

Ada tahapan dalam pengkafiran muslim

– Muslim melakukan kekafiran yang tidak ada khilaf seperti menghalalkan yang Allah haramkan (khamar halal, shalat tidak wajib dll), maka dihukum kafir.
– muslim yg terjebak dalam masalah khilafiyah. Seperti muslim meninggalkan shalat krn malas, sebagian ulama menghukumi tidak kafir dan sebagian menghukumi kafir.
– muslim yg terjebak dalam kekufuran dalam keadaan blm tegak hujjah yg difahami (tidak ada lagi penghalang), maka tidak dikafirkan.

InsyaAllah akan dilanjutkan oleh asaatidzah Ma’had, karena penjelasan poin ke-3 ini sangat penting (banyak terjatuh sebagian orang-orang dalam faham takfiri).

Syaikh memotivasi thullab untuk semangat belajar ilmu agama, karena belajar merupakan kelezatan yang luar biasa yang bisa mengalahkan segalanya dari perkara dunia. Apalagi kalau si pelajar tau bila malaikat dan ikan-ikan di lautan mendoakan penuntut ilmu. Sampai-sampai dibedakan anjing yang muallam (terdidik) dibedakan dengan anjing yang bodoh. Anjing terlatih halal dimakan buruannya, adapun anjing tidak terlatih tidak boleh dimakan buruannya, apalagi manusia.

Wallaahu’alam

Selesai.

 

(Ditulis dan diringkas oleh: Tim Syiar Tauhid Aceh)


Lihat faidah ilmiah lainnya:

 

Bantu Dakwah Melalui Radio Syiar Tauhid Aceh

Donasi: BNI Syariah (Kode 009)
No. Rekening 49.71.80.00.04
(An. Yayasan Syiar Tauhid Banda Aceh)
Konfirmasi: 082360005322