Bagaimana Agar Tauhid Kokoh di Hati Anda

Share Yuk!!!

Tauhid menurut bahasa ialah masdar (kata benda) dari kata kerja wahhada yang merupakan pecahan (musytaq) dari kata waahid yang bermakna satu, tunggal dan sendiri. Dikatakan: wahhadahu dan ahhadahu artinya: menyatukannya atau mentauhidkannya. Dan dikatakan pula: mutawahhid semakna dengan: munfarid, artinya: sendiri.

Sedangkan munurut istilah syari’ah: Tauhid ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah (kesendirian-Nya dalam mencipta, memberi rezeki, mengatur dan seterusnya) dan dalam uluhiyah (beribadah hanya kepada-Nya), tiada sekutu bagi-Nya dan mengesakan Allah dalam nama-nama-Nya yang Husna (baik) serta sifat-sifat-Nya yang tinggi. Dan beriman kepada risalah yang dibawa oleh nabi Muhammad ﷺ dan (percaya) bahwa beliau adalah penutup para nabi serta mengikuti semua yang disampaikan-nya dari Allah.

Apakah yang dimaksud dengan Tauhid?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Tauhid yang dibawa oleh para rasul itu ialah yang mengandung penetapan (itsbat) uluhiyyah (ibadah) hanya kepada Allah semata, dengan bersaksi; bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak beribadah melainkan hanya kepada-Nya, tidak berserah diri (tawakal) kecuali kepada-Nya, tidak mencintai (loyal) melainkan karena-Nya, tidak memusuhi kecuali karena-Nya dan tidak melakukan amalan kecuali karena-Nya. Bukanlah yang dimaksud dengan tauhid, semata-mata mengakui tauhid rububiyyah saja.”

Semua amal yang tidak ada hubungannya dengan tauhid tidak ada nilainya sama sekali. Allah ta’ala berfirman:

“Orang-orang  yang kafir kepada Tuhan-Nya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian ituadalah kesesatan yang jauh.” (QS. Ibrahim: 18.)

Hukum mempelajari tauhid ialah fardhu ‘ain bagi setiap muslim dan muslimah. Allah ta’ala berfirman:

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan (yang hak) disembah melainkan Allah dan mohonlah ampun bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggal-mu.” (QS. Muhammad: 19.)

 

Dinukil dari buku Benteng Tauhid, hal 57-59, Daar Al Qasim, 1427 H.


Baca juga:

Bantu Dakwah Melalui Radio Syiar Tauhid Aceh

Donasi: BNI Syariah (Kode 009)
No. Rekening 49.71.80.00.04
(An. Yayasan Syiar Tauhid Banda Aceh)
Konfirmasi: 082360005322

Share Yuk!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares