Fri. Feb 23rd, 2024

Pondasi Penting Dalam Rumah Tangga

3 min read

Permasalahan rumah tangga adalah salah satu masalah yang paling banyak terjadi di muka bumi ini. Baik di kalangan non-muslim maupun muslim, tantangan dalam kehidupan keluarga sering menyebabkan ketidakbahagiaan. Padahal, Allah mensyariatkan pernikahan adalah untuk meraih ketenteraman dan kebahagiaan.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum [30] : 21)

Sebagai teladan bagi umat Islam, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah memberikan contoh terbaik dalam membangun rumah tangga yang bahagia, bahkan dengan istri yang lebih dari satu. Beliau menunjukkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah dan mengikuti petunjuk agama yang lurus. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sebelum dan setelah menikah dapat diraih dengan menjaga hubungan dengan Allah, memilih pasangan yang salih/salihah, dan berpegang teguh pada agama.

احْفَظِ الله يَحْفَظْكَ

“Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi no. 2516)

Penting untuk menyadari bahwa kebahagiaan dalam keluarga bukan hanya berkaitan dengan aspek duniawi seperti ekonomi, tetapi lebih pada hubungan dengan Allah dan menjalankan ajaran agama. Islam menegaskan bahwa menjaga batasan-batasan antara individu dengan Allah, seperti menjaga halal dan haram, merupakan kunci kebahagiaan dalam keluarga. Oleh karena itu, sebelum menikah, seseorang sebaiknya mempersiapkan diri dari segi agamanya agar dapat membina keluarga yang bahagia.

Oleh sebab itu, penting diingat oleh setiap muslim bahwasanya menjaga syariat tidak berhenti sebatas di acara walimahan saja, seperti membaca Al-Qur’an, menjaga tidak ada ikhtilath dan musik selama walimahan berlangsung. Akan tetapi seorang yang berumah tangga wajib berpegang teguh di atas syariat agama setiap saat dan detik dalam perjalanan kehidupan berumah tangganya. Karena ketaatan terhadap agama yang akan menghadirkan rasa takut di dalam hati seorang istri maupun suami untuk bermaksiat kepada Allah dengan mengkhianati hubungan pernikahan yang merupakan amanat-Nya. Sebab, hanya rasa takut kepada Allah yang 24 jam mampu menjaga seseorang dari perbuatan buruk yang merusak rumah tangga, lebih ampuh dibandingkan rasa cemburu dan curiga.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan pula agar kita membingkai rumah tangga dengan amalan salih kepada Allah. Allah berjanji di dalam Al-Qur’an :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl [16] : 97)

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan bahwa tidaklah dua orang saling bermusuhan kecuali ada satu di antara mereka yang bermaksiat kepada Allah. Disebutkan pula oleh Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauri rahimahullah :

أصلحْ سَرِيْرَتَك يصلح الله علانيتَك، وأصلح فيما بينك وبين الله يصلحِ الله فيما بينك وبين الناس، واعمل لآخرتك يكفِك الله أمر دنياك، وبع دنياك بآخرتك تربَحْهما جَميعاً، ولا تبع آخرتك بدنياك فتخسرهما جميعاً.

“Perbaikilah perkara yang tersembunyi darimu, niscaya Allah akan memperbaiki apa yang tampak darimu. Perbaikilah muamalah (hubungan) antara kau dengan Allah Ta’ala, maka niscaya Allah akan membuat baik muamalah (hubungan) antara engkau dengan manusia. Dan beramalah untuk akhiratmu maka niscaya Allah mencukupkan perkara (kebutuhan) duniamu. Serta juallah duniamu demi akhiratmu pasti kamu beruntung pada keduanya. Dan jangan kau jual (kebahagiaan) akhiratmu demi (mengharap) duniamu maka pasti engkau akan merugi dunia dan akhiratmu semuanya”

Kesimpulannya, seringkali masalah yang terjadi antara kita dengan pasangan disebabkan hubungan kita yang kurang baik dengan Allah. Maka bagi suami istri, perbaikilah hubungan dengan Allah, jalankan syariat secara sempurna dalam berumah tangga, mudah-mudahan dengan itu akan senantiasa diraih ketenangan dan kebahagiaan dalam berumah tangga sebagaimana yang telah dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ

Editor : Team Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *