Keikhlasan Pelajar dan Pengajar
1 min read
Berkata Ma’mar Bin Rasyid ( w 153 H):
“لقد طلبنا هذا الشأن ومالنا فِيْهِ نِيَّةٌ، ثُمَّ رَزَقنَا اللهُ النِّيَّةَ مِنْ بَعْدُ”
“Sungguh dulunya kami mempelejari ilmu agama ini tanpa didasari niat yang tulus, kemudian Allah mengkaruniakan niat tulus tersebut beberapa waktu setelah (kami mempelajari) nya”. (Siyarul A’lamin Nubala’, 6/472)
Faidah:
- Khawatir tidak adanya keikhlasan bukanlah alasan untuk tidak belajar.
- Terus belajar, adalah usaha terbaik untuk meraih keikhlasan dalam belajar itu sendiri.
- Sambil belajar, hendaknya penuntut ilmu terus memohon pertolongan Allah untuk meluruskan niatnya.
- Bukanlah sikap yang tepat, jika seorang guru enggan untuk mengajar dengan alasan ketidak ikhlasan para pelajar.
- Orang tua tidak diharuskan menunggu keikhlasan anak untuk mulai memberikan pendidikan pada mereka.
Wallahu a’lam_
Ditulis oleh: Ustadz Iqbal Abu Hisyam
Lihat faedah ilmiah lainnya:
- Utuhnya Syariat Islam
- Melawan Lupa
- Memahami Nama-Nama Allah
- Adab Seorang Alim dan Penuntut Ilmu
- Kewajiban Kepada Rasulullah
- Sikap Berlebihan Terhadap Orang Shalih
- Adab Berdoa
Bantu Dakwah Melalui Radio Syiar Tauhid Aceh
Donasi: BNI Syariah (Kode 009)
No. Rekening 49.71.80.00.04
(An. Yayasan Syiar Tauhid Banda Aceh)
Konfirmasi: 082360005322
