Nasab yang Dimiliki Tidak Berfaedah Kecuali Ketakwaan

Yuk Share

Oleh : Ustadz Tanthawi Abu Muhammad

Bangga dengan keturunan, bangga dengan nasabnya,

“Saya punya nasab (misalnya), ahlul baitnya nabi ﷺ. Saya punya silsilah keturunan ini, saya dari keturunan bangsawan.”

Bangga dengannya. Padahal ketika dia tidak memiliki amalan sholeh, tidak punya modal ketakwaan kepada Allah ﷻ, kata Nabi ﷺ :

وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

“Barangsiapa yang lamban amalnya, maka nasabnya tidak bisa mengejarnya” (HR. Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah).

Ketika amalannya sedikit, amalnya lambat, tidak banyak, nasib yang ia miliki tersebut tidak akan memberikan faedah ataupun bisa membantunya di yaumul qiyamah, tidak akan.

Coba lihat Rasulullah ﷺ! Beliau ingatkan kepada putrinya Fathimah radhiyallahua’anha. Dingatkan oleh Nabi ﷺ kepada putrinya Fathimah. Ini anaknya Rasul! Beliau katakan :

يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِي مَا شِئْتِ مِنْ مَالِي لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا

Wahai Fathimah putri Muhammad, mintalah dari hartaku yang engkau kehendaki, aku tidak dapat menolak (siksaan) dari Allah terhadapmu sedikitpun’.” [HR Bukhari, no. 2753; Muslim, no. 206; dan lainnya]

Sehingga tidak pantas kita ini berbangga-bangga dengan nasab ataupun silsilah keturunan kita. Jangan! tidak ada faedahnya.

Ditranskrip oleh Tim Syiar Tauhid Aceh dari kajian Ustadz Tanthawi Abu Muhammad

Lihat faedah lain disini:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.

Yuk Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yuk Share
Yuk Share