Antara Keutamaan dan Kekeliruan pada Bulan Rajab (Bagian 1)

Share Yuk!!!

Bulan rajab bagi sebagian kaum muslimin memiliki nilai tersendiri, bahkan ada yang melakukan pengkhususan Ibadah yang tidak dilakukan dibulan lain, bahkan ada yang membuat makanan yang tidak dibuat dibulan lain.

Maka dalam rangka saling berbagi kebaikan, kami tuliskan beberapa hal yang perlu diketahui oleh kaum muslimin apa yang ada dibulan Rajab dari keutamaan dan kekeliruan didalam bulan tersebut.

Semoga tulisan ini berfaedah untuk saya dan kaum muslimin secara umum. Amin Ya Rabbal Alamin.

Majelis pertama :

Sebab dinamakan bulan Rajab :

Al-Imam Ibnu Faris mengatakan, “Huruf RA , Jiem, dan Dal maknanya adalah saling menguatkan.” (Mu’jam Maqayis Lughah : 445)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah didalam Tafsirnya :

Al-Imam Alamud Din As-Sakhaqi rahimahullah didalam Juz (lembaran) yang beliau berikan judul : “Al-Masyhur Fii Asmaail Ayyam Was Syuhu” :
“Rajab diambil kata dari Tarhib, yaitu penghormatan dan pengagungan.”
(Tafsir Ibnu Katsir : 4 / 1655)

Bulan Rajab termasuk Bulan Haram

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya jumlah bulan disisi Allah berjumlah 12 bulan didalam Kitab Allah dihari Allah menciptakan langit-langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram, maka janganlah kalian menzalimi siapapun didalamnya.” (QS. At-Taubah : 36)

Didalam hadits Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu terdapat penjelasan nama-nama bulan haram yang disebut isyaratnya didalam Surat At Taubah diatas.

عن أبي بكرة – رضي الله عنه – أن رسول الله – صلى لله عليه وسلم – قال
‎ (إن الزمان استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة إثنا عشر شهراً، منها أربعة حرم: ثلاث متواليات ذو القعدة،وذو الحجة، والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان) رواه البخاري برقم (3197) .

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaan dimana Allah menciptakan langit-langit dan bumi, satu tahun 12 bulan, diantaranya ada empat bulan yang haram : Tiga bulan berturut-turut, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram, kemudian Rajab Mudhar yang ada diantara dua Jumadai dan bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No : 3197)

Kenapa dinamakan Bulan Haram ?

Al-Imam Ibnu Rajab menyebutkan dua sebab :

Pertama : Larangan berperang didalamnya kecuali kalau didahului oleh musuh.

Kedua : Haramnya melanggar larangan Allah didalamnya, dan lebih besar dosanya dibandingkan dibulan lain. (Lathaiful Ma’arif : 225)

Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah juga menyebutkan,

كان أهل الجاهلية يعظّمون هذه الأشهر الحرم، وخاصة شهرَ رجب فكانوا لا يقاتلون فيه

“Bahwa orang Jahiliyyah mengagungkan bulan-bulan haram ini, terkhusus Rajab, karena mereka tidak memperbolehkan berperang didalamnya.”(Tafsir At Thabari : 4/300)

*Bersambung majelis kedua

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Sumber tulisan: Website Al Misk
Dipublikasikan ulang oleh: Syiar Tauhid Aceh

Lihat faedah ilmiah lain disini:

Bantu Dakwah Melalui Radio Syiar Tauhid Aceh

Donasi: BNI Syariah (Kode 009)
No. Rekening 49.71.80.00.04
(An. Yayasan Syiar Tauhid Banda Aceh)
Konfirmasi: 082360005322

Share Yuk!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares