Tue. Dec 10th, 2019

Keutamaan Menginfakkan Harta di Jalan Allah

2 min read
Keutamaan menginfakkan harta di jalan Allah

Dari sahabat Abu Hurairah radhialllahu ta’ala ‘anhu, Nabi bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim No. 2558)

Secara kasat mata, harta yang dikeluarkan oleh seseorang untuk berinfak dan bersedekah itu terlihat berkurang. Akan tetapi, para ulama menyebutkan bahwasanya harta yang disedekahkan dan diinfakkan di jalan Allah subhanahu wa ta’ala pada hakikatnya akan senantiasa tumbuh dan terus-menerus bertambah di sisi Allah.

Diberikan keberkahan hartanya oleh Allah azza wa jalla disebabkan sedekah yang ia lakukan. Karena banyak dari kalangan manusia yang memiliki harta yang banyak, akan tetapi tatkala Allah mencabut keberkahannya. Sehingga harta yang banyak tersebut tidak memberikan manfaat kepada dirinya.

Berarti yang menjadi ibrah adalah keberkahan harta yang dimiliki oleh seorang hamba. Ini penafsiran yang pertama dari kalangan para ulama ketika mereka menafsirkan hadis di atas.

Tafsir yang kedua, bahwasanya infak dan sedekah yang dikeluarkan itu menjadi sebab Allah ta’ala menggantikan yang lebih bagus lagi dari rezeki, dengan cara Allah membukakan pintu-pintu rezeki yang lainnya. Penafsiran ini sesuai dengan hadis shahih dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam,

مَا مِنْ يَوْمِ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا : اَللَّهُمِّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفَا، وَيَقُوْلُ الآْخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفَا

“Tidaklah para hamba berada di pagi hari, melainkan pada pagi itu terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak’, sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan (harta) kepada orang yang menahan (hartanya)’.”

Rasulullah menyatakan bahwa malaikat meminta kepada Allah agar kiranya orang-orang yang senantiasa menginfakkan harta mereka di jalan Allah agar diberikan kepada mereka pengganti, dan disebutkan oleh para ulama bahwasanya pengganti dari harta yang dia infakkan tersebut, akan Allah berikan di dunia dan di akhirat kelak.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]: 261)

(Disusun dari kajian oleh Ustad Sahl Abu Abdillah dengan sedikit penyuntingan)

Baca juga:

  1. Doa Berlindung dari Lilitan Utang
  2. Keikhlasan Pelajar dan Pengajar
  3. Wajib Mentaati Rasulullah
  4. Hadis-Hadis tentang Kesabaran
  5. 3 Hal yang Wajib Diketahui Manusia
  6. Sebab dan Jalan Keluar dari Musibah
  7. 3 Wasiat Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *